UIL ANTIFOULING

Antifouling di Pembangkit Listrik Thermal berfungsi sebagai biosida untuk mencegah terjadinya biological fouling (Biofouling). 

BIOFOULING 

Biofouling merupakan akumulasi microorganisme yang tidak diinginkan pada permukaan padat dimana  temperatur hangat, sumber karbon dan nutrisi tersedia. Sumber biofouling berupa organisme-organisme laut seperti remis, kijing, tritip, tiram, rumput laut, bakteri ganggang dan lain-lain. 


Ada dua macam biofouling, yaitu:

 

1. Makro fouling

Makro fouling dapat menyebabkan tersumbatnya tube-tube condenser/HE pada sistem pendinginan di pembangkit listrik thermal.


2. Mikro fouling 

Mikro fouling dapat menyebabkan kerusakan pada tube-tube condenser pada sistem pendinginan di pembangkit listrik thermal. 


DAMPAK BIOFOULING PADA SISTEM PENDINGIN PEMBANGKIT 
Biofouling dapat terjadi pada peralatan-peralatan dan instalasi yang dilewati atau menggunakan air laut, semisal desalination plant, condenser tubes dan pompa pendingin (CWP). Efek dari biofouling ini pada sistem pendingin diantaranya: 
  • Membentuk lapisan pada permukaan Heat Exchanger / Condensor sehingga menurunkan efisiensi perpindahan panas karena menghambat laju air pendingin 
  • Menurunkan efisiensi perpindahan panas karena menurunkan konduktansi thermal
  • Tereduksinya heat transfer pada kondenser menyebabkan biaya operasional dan perawatan menjadi mahal
  • Menciptakan arus turbulen yang dapat berakibat terjadinya erosi/korosi pada tube Heat Exchanger / Condensor 

SISTEM ANTIFOULING DI PEMBANGKIT LISTRIK



Sistem antifouling dengan gas Cl2 sudah jarang digunakan karena potensi resiko handling & storage tinggi (Cl2 = gas beracun). Metode yang saat ini banyak dipakai adalah dengan injeksi NaOCl hasil Electroclorination dari Unit Electroclorination Plant (ECP) dan Sistem Antifouling Non Chlorine dengan ion tembaga dan aluminium. UIL Anti fouling non Chlorine adalah advance teknologi untuk solusi bio fouling yang ada.